Gerindra Tegaskan Prabowo dan Gibran Tetap Kompak, Minta Publik Tak Berspekulasi

Prabowo-Gibran Diklaim Baik-Baik Saja
Agung Budiarto - Rabu, 22 Jul 2026 - 22:09 WIB
Partai Gerindra memastikan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap solid. Posisi duduk yang tidak berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna disebut hanya karena kebutuhan teknis.
Partai Gerindra memastikan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap solid. Posisi duduk yang tidak berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna disebut hanya karena kebutuhan teknis. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata," pungkasnya.

Sebelumnya

Posisi duduk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7) menuai sorotan.

Sebab, Gibran tidak duduk mendampingi Prabowo sebagaimana biasanya dalam rapat strategis bersama jajaran menteri, wakil menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih.

Advertisements

Kali ini, Gibran duduk jauh dari kursi Prabowo. Posisi Gibran berada di barisan menteri koordinator, bersebelahan dengan Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, pengaturan posisi duduk tersebut tidak memiliki makna politik.

Menurut dia, tata letak tersebut sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan teknis selama jalannya sidang.

"Yang perlu juga kami informasikan bahwa sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Jadi ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/7).

Advertisements

Dalam sidang tersebut, kata Pras, Presiden Prabowo memaparkan evaluasi berbagai program prioritas sekaligus menyampaikan capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan.

Banyaknya materi yang dipresentasikan membuat Presiden menggunakan teleprompter sebagai alat bantu agar penyampaian data dan informasi lebih terstruktur.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan, karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujarnya.

Prasetyo menuturkan, penggunaan teleprompter menjadi alasan utama penyesuaian tata letak di ruang sidang.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements