Karena kebutuhan teknis tersebut, Presiden ditempatkan di posisi tengah, sementara Wakil Presiden tidak duduk berdampingan sebagaimana biasanya.
"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih menyoroti substansi Sidang Kabinet Paripurna, khususnya soal evaluasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.
Serta arahan Presiden mengenai percepatan pelaksanaan program-program prioritas nasional pada paruh kedua tahun ini.
Baca Juga:PBNU Undang Presiden Prabowo Subianto Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang
"Sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai, dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita, di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya," jelasnya.
Prasetyo juga membantah anggapan yang berkembang di publik bahwa perubahan posisi duduk tersebut mencerminkan hubungan yang tidak harmonis atau ketidaksejajaran antara Presiden dan Wakil Presiden.
Menurut dia, seluruh jajaran pemerintahan tetap solid dalam menjalankan agenda kerja nasional hingga tuntas.
"Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden. Menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya. (jpc/abd)
