"Digitalisasi bukan hanya soal aplikasi, tetapi bagaimana pelayanan publik benar-benar memberikan kemudahan sehingga penerimaan daerah dapat terus meningkat," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing OPD juga memaparkan potensi pendapatan yang masih dapat dikembangkan. Salah satunya Dinas Perkebunan yang dinilai memiliki peluang meningkatkan penerimaan melalui sertifikasi benih, sertifikasi bibit, hingga penjualan hasil pengembangan komoditas unggulan.
Marindo mencontohkan keberhasilan pemanfaatan pupuk organik cair (POC) pada tanaman kopi di Hanakau, Liwa, yang mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus nilai jual kopi petani. Menurutnya, keberhasilan program tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.
Selain retribusi perangkat daerah, realisasi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hingga Semester I 2026 juga mencapai Rp234,07 miliar atau 49,82 persen dari target. Capaian persentase tertinggi berasal dari RS Bandar Negara Husada yang telah mencapai 162,70 persen, sedangkan secara nominal kontribusi terbesar diberikan BLUD Rumah Sakit Umum dengan realisasi Rp216,64 miliar atau 49,84 persen dari target. (dprd/c1/bd)
