Pendapatan APBD Perubahan 2026 Lampung Turun Rp19,6 Miliar, APBD 2027 Ditarget Rp7,229 Triliun

Penerimaan Menyusut, Target Pendapatan Dipangkas
Prima Imansyah Permana - Kamis, 30 Jul 2026 - 20:44 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 dan Rancangan KUA-PPAS 2027 dalam rapat paripurna DPRD Lampung, Kamis (30/7).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 dan Rancangan KUA-PPAS 2027 dalam rapat paripurna DPRD Lampung, Kamis (30/7). - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

"Penyesuaian ini bukan berarti target kita turun. Ini adalah pilihan untuk menyusun perencanaan yang lebih realistis sehingga setiap target benar-benar dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan," tegasnya.

 

Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi tetap dipertahankan pada kisaran 5,3–5,8 persen, PDRB per kapita Rp58–62 juta, inflasi 1,5–3,5 persen, serta Nilai Tukar Petani (NTP) berada pada kisaran 129,50–131,70.

 

Advertisements

Sementara itu, dalam rapat paripurna yang sama, Gubernur Mirza juga menyampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Pada tahun tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp7,229 triliun.

 

Target pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,346 triliun, pendapatan transfer Rp2,871 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp10,595 miliar.

 

Advertisements

Mirza mengatakan, proyeksi pendapatan transfer dari pemerintah pusat masih menggunakan acuan alokasi Tahun Anggaran 2026 karena besaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2027 belum ditetapkan melalui Peraturan Presiden.

 

"Nantinya akan disesuaikan kembali pada saat penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2027 setelah besaran transfer dari pemerintah pusat ditetapkan," katanya.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements