Pemprov Lampung Bahas Investasi Kawasan Industri Energi Katibung, Target Mulai Dibangun 2027

Nilai Investasi Masih Dirahasiakan
Prima Imansyah Permana - Jumat, 05 Jun 2026 - 18:08 WIB
Kepala Dinas ESDM Lampung Budhi Darmawan menjelaskan rencana pengembangan Kawasan Industri Katibung, Lampung Selatan, yang diproyeksikan menjadi kawasan industri berbasis energi dan mendukung ketahanan energi nasional.
Kepala Dinas ESDM Lampung Budhi Darmawan menjelaskan rencana pengembangan Kawasan Industri Katibung, Lampung Selatan, yang diproyeksikan menjadi kawasan industri berbasis energi dan mendukung ketahanan energi nasional. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

"Nilai investasinya sementara masih kami rahasiakan karena ini proyek refinery yang nilainya cukup
besar. Kami akan menyelesaikan Pra-FS dalam waktu sekitar satu bulan sehingga nanti angka-angkanya
bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Bakti menilai penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah maju setelah beberapa bulan
sebelumnya pihak investor melakukan penjajakan dengan Gubernur Lampung.

"Ini satu langkah kemajuan. Setelah bertemu beberapa bulan lalu, sekarang sudah dilakukan
penandatanganan MoU antara Pak Gubernur dan PT Menamas sebagai perwakilan resmi investor dari
Sunco Luxembourg, Eropa," ungkapnya.

Ia menambahkan, investasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi
nasional melalui produk-produk energi yang dihasilkan dari kilang tersebut.

Advertisements

Sebagai tindak lanjut, PT Menamas menargetkan penyelesaian Pra-FS dalam satu hingga dua bulan ke
depan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek
dapat dilakukan pada awal 2027.

"Kami berharap groundbreaking bisa dilakukan di awal 2027. Dengan estimasi waktu pembangunan
sekitar dua tahun, mudah-mudahan pada awal 2029 proyek ini sudah bisa diresmikan dan mulai
beroperasi," pungkasnya. (pip/c1/abd)

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements